menjadi seorang pemimpin tidak lah mudah, mau itu raja, presiden, gubernur, bupati, ketua organisasi, dan lain sebagainya, mereka memegang tanggungjawab penuh terhadap bawahannya, meskipun pemimpin tidak bekerja sendiri dan mempunyai staf ahli, tapi masih saja tanggung jawab penuh di tangan pemimpin, jadi pemimpin keluarga aja kadang-kadang masih kesulitan apa lagi mau ngurusin yang lebih besar dari itu. sama halnya di asrama, dilema untuk mengurus sekitar empat puluh lebih kepala yang memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan lebih cerdas dari ku, terkadang aku merasa mereka salah memilih orang, tapi apa boleh dikata nasi talah menjadi bubur, dan tugas ini akan ku jalani bersama kesepuluh teman sepengurus. emang terkadang setiap warga yang sering membuat kesalahan selalu bikin makan hati, di tegur malah berujung garing. yang dulunya hangat sekarang jadi dingin, serba salah. lain lagi dengan pengurus yang masih belum mengerjakan program kerja padahal mereka hanya santai-santai doang, di tegur ujung-ujungnya saling serba salah, owalaahhhh.. pye iki..?
mungkin aku belum cukup siap dan dewasa dalam masalah ini, yang seharusnya ini sebagai wadah untuk belajar sebagai pemimpin tapi belum bisa di manfaatkan sebaik-baiknya, satidaknya harus tegar karena masih orang di belakangku yang terus mendukung dan membuatku semangat untuk menjalankan tugas ku sebagai tiiiitttt.... hehehe,,

0 komentar:
Posting Komentar